” You can grow ideas in the Garden of your mind… All you have to do is think, and they’ll grow”
- Fred Rogers
Apa itu Digital Garden?
Digital Garden adalah proses menyusun ide-ide atau pengetahuan secara non-linear dan terbuka yang dimaksudkan untuk lebih santai dan mudah. Berbeda dari proses blog yang biasa dilakukan yang mengharuskan kita untuk mempublikasikan hasil ide dan pemikiran kita di akhir setelah semua dirasa sudah sangat sempurna.
Digital Garden akan lebih mengikuti proses, post di Digital Garden bisa terus berubah, bertumbuh dan saling terhubung itulah kenapa disini terdapat status perkembangan untuk setiap post yang ada mulai dari Seedling yang berisi ide-ide awal dan mentah, Sapling dengan ide-ide yang terus diproses dan dijaga perkembangannya agar tetap tumbuh dan menjadi Evergreen, proses terakhir dari sebuah ide yang mungkin dapat dianggap sudahh matang serta sempurna.
Alih-alih menyajikan tulisan yang “selesai”, Digital Garden menyajikan proses dalam bagaimana kita berpikir. Setiap halaman adalah ruang terbuka untuk eksplorasi.
“Digital Gardens are not blogs. They’re not about time, they’re about ideas.”
- Maggie Appleton
Ciri-ciri dan juga prinsip dari Digital Garden:
- Fokus pada proses, bukan hasil akhir, Digital Garden itu tentang eksplorasi ide bukan hanya tentang menjelaskan.
- Menggunakan sistem link internal atau bi-directional link antar catatan
- Tidak harus rapi, justru dibuat untuk berkembang, karena Digital Garden itu terus tumbuh dan berubah.
- Bisa berbentuk mindmap, grafik, atau catatan harian.
- Tidak sempurna dan berbentuk eksperimental.
Terlihat secara jelas perbedaannya dengan blog yang biasa dilakukan. Mungkin bisa juga dibliang kalau Digital Garden adalah kebalikan dari apa yang biasa dilakuakan dalam ngeblog pada umumnya yang dimana kalau ngeblog post yang di publish terkadang berdasarkan pada tanggal tertentu atau mengikuti trend yang sedang terjadi, dan di post setelah semua ide dapat dianggap sempurna untuk dibaca halayak umum, serta konten post tersebut terkadang akan terasa kadaluwarsa ketika sebuah trend mulai memudar. Walaupun ada juga blog post yang bersifat Evergreen khususnya post-post yang berisi tutorial ataupun pembelajaran. Blog post jarang sekali mengalami perubahan atau editing kembali karena itu sebelum di publish blog post terlebih dahulu harus terlihat sudah sempurna dan perlu di cross check berulang untuk memastikannya.
Berbeda dengan Digital Garden yang semua itu tidak terlalu ditekankan. Kita bisa mencatat apapun, bahkan walau hanya catatan cepat yang hanya berupa ide pendek yang dapat di jadikan seed untuk dapat dikembangkan kembali dikemudian waktu.
Beberapa artikel tentang Digital Garden yang dapat kamu kunjungi: