Seringkali dalam satu hari saya dipenuhi oleh begitu banyak keinginan. Ingin membaca buku, ingin menulis, ingin bermain game, ingin beres-beres, ingin mencoba hal baru. Semua berdesakan di dalam kepala, seperti antrean panjang yang saling berebutan untuk mendapat giliran.
Anehnya, ketika semua itu datang sekaligus, saya justru bingung mau mulai dari mana. Bukannya langsung bergerak, saya malah duduk diam, menunda, bahkan berakhir rebahan. Waktu berjalan, dan rasa bersalah pun ikut datang, karena sadar tidak ada satu pun yang benar-benar dilakukan.
Padahal, kuncinya sering kali sederhana “memulai dari satu hal kecil terlebih dahulu.” Tidak perlu yang paling besar, tidak perlu yang paling sempurna. Cukup satu langkah kecil untuk memecah kebekuan.
Seperti apa yang dikutip dari buku Atomic Habit yang ditulis oleh James Clear, Kebiasaan kecil merupakan bagian dari sistem yang lebih besar. Sama seperti atom yang membangun molekul. Kebiasaan kecil dapat terakumulasi menjadi suatu bagian besar dalam kehidupan untuk jangka panjang layaknya bunga majemuk dalam proses perbaikan diri. Menjadi 1% lebih baik setiap hari, ikut berperan dalam kemajuan besar.
Saya menyadari ini ketika memikirkan banyak hal yang ingin dipelajari. Ada keinginan untuk memperdalam graphic design agar bisa membuat karya visual yang lebih matang, ingin bisa juga memperlancar komunikasi khususnya di speaking. Setiap kali membayangkan berbicara di depan banyak orang, yang muncul justru rasa gugup dan keraguan bahkan rasa takut. Berulang kali saya hanya memikirkannya, tanpa benar-benar memulai dan ada pula niatan untuk mempelajari sastra Inggris lebih dalam karena saya ingin menulis seperti para penulis luar yang karyanya menginspirasi.
Namun, jika semua hanya ditumpuk dalam angan, maka itu akan tetap menjadi mimpi. Maka, saya mulai dari hal sederhana, membuka kembali aplikasi desain (Photoshop, Illustrator, dan Figma), mengutak-atik satu layout kecil, berbicara di depan cermin, merekam suara sendiri (bagian ini masih sedikit sulit), atau membaca satu buku apapun setiap sore meski perlahan. Dari sana, saya mencoba memulai untuk merangkak.
Saya sering lupa bahwa waktu memang terbatas, tetapi tindakan kecil jauh lebih berarti daripada rencana besar yang tidak dijalankan. Maka, ketika kebingungan melanda, saya ingin belajar untuk tidak membiarkan rasa takut mengikat saya dalam diam, ketakutan bahwa waktu berjalan lebih cepat. Saya hanya perlu mengambil dan memulai satu hal, melakukannya, dan membiarkan langkah pertama itu membuka pintu bagi langkah-langkah berikutnya. Yang mungkin akan memunculkan efek Diderot dalam hal positif, bukan dalam hal spiral konsumsi yang mengantarkan ke efek konsumsi yang lebih banyak dan berturut-turut.
Apa yang perlu dikuasai adalah struktur dasar dari mengikat suatu perilaku yang diinginkan dengan sesuatu yang dilakukan setiap hari. Untuk dapat mulai membuat tumpukan-tumpukan lebih besar dengan merantai kebiasaan-kebiasaan kecil menjadi satu. Agar dapat mengambil keuntungan dari momentum alami yang datang ketika satu perilaku disusul dengan perilaku berikutnya.
Walaupun sekarang saya masih dalam tahap pembelajaran, bukan sebagai orang yang ahli di bidang-bidang tersebut, saya hanya ingin berbagi. Saya percaya, sekecil apa pun langkah hari ini, akan tetap lebih berharga daripada seribu rencana yang tidak pernah dimulai. Memulai itu tidak harus besar. Seringkali langkah kecil justru lebih berarti, karena dari situlah kebiasaan baik bisa tumbuh.
Pada akhirnya, yang membuat suatu hari berarti bukanlah seberapa banyak yang ingin dilakukan, melainkan satu langkah kecil yang benar-benar dimulai.