
Buku Steal Like An Artist karya Austin Kleon adalah buku yang sangat powerful dan bagus untuk kamu yang ingin jadi lebih kreatif, terutama penulis, desainer, seniman dan kreator lainnya. Isinya padat dan mengalir saat dibaca, dikarenakan gaya bahasanya yang sangat santai, mudah dicerna.
“Nothing is original”
Every new idea is just a mushup or a remix of one or more previous ideas.
Ide Utama dalam buku ini, kamu tidak perlu sampai menunggu sebuah ide baru datang, karena everthing build on something else.
- “What a good artist understands is that nothing comes from nowhere. All creative work builds on what came before.”
- Kreativitas bukan tentang menemukan sesuatu yang sepenuhnya baru, tetapi tentang merangkai ulang dan mengembangkan ide yang sudah ada.
“Steal Like An artist”
Bukan berarti mencuri secara harfiah, tapi mempelajari, meniru, serta mengolah ulang karya-karya yang dikagumi menjadi sesuatu yang lebih segar dan terasa baru dengan gaya yang dimiliki.
Pelajari apa yang dijadikan inspirasi, bukan menjiplak. Ambil esensinya, lalu buatlah jadi milik sendiri.
- “Find the artists that inspire you and study them.”
- Jangan hanya meniru satu orang; pelajari banyak seniman dan bentuk gayamu sendiri dari berbagai pengaruh.
“Don’t wait until you know Who you are to get started”
Banyak orang menunda berkarya karena belum “siap” karena belum tahu apa bakatnya atau belum tahu siapa dirinya. Austin Kleon mengatakan, kamu baru bisa menemukan dirimu dengan mulai berkarya.
- “You don’t need to be a genius, you just need to be yourself.”
- Mulai berkarya sekarang, bahkan sebelum merasa “siap.” Jangan menunggu inspirasi datang.
“Write the book you want to read”
Jangan menunggu orang untuk membuatnya, Jika kamu memiliki ide yang ingin dibaca jadikan itu proyeksi.
- “Write the book you want to read.”
- Jika tidak menemukan sesuatu yang ingin dibaca atau lihat, buatlah sendiri.
“Use your hands”
Step away from the screen.
Jangan terlalu bergantung pada digital. Coba buat sesuatu dengan tanganmu, sebuah karya gambar, sketsa, coretan, atau hal semacamnya. Kreativitas sering tumbuh dari tactile process.
- “Computers are great, but they should come later in the process.”
- Menggunakan tangan (menulis di kertas, menggambar, membuat sketsa) bisa meningkatkan kreativitas lebih dari sekadar menggunakan komputer.
“Side projects anda hobbies are important”
Jadikan apa yang kita lakukan di sela-sela waktu untuk membuka peluang baru dan mengisi bahan bakar kreativitas kita.
- “Practice productive procrastination.”
- Nikmati perjalanan kreatif tanpa terlalu terobsesi dengan hasil akhir.
“Be nice. The world is a small town.”
Dalam dunia kreatif; reputasi dan relasi sangat penting. Kolaborasi, bukan kompetisi.
- “Share your dots but don’t connect them.”
- Bagikan karya atau proses ke orang lain tanpa harus menjelaskan semuanya.
“Creativity is subtraction.”
Kreativitas bukan hanya soal punya semuanya, tapi tahu apa yang harus dihilangkan agar fokus. Kadang keterbatasan justru mendorong kreativitas.
- “Creativity thrives on constraints.”
- Terkadang keterbatasan alat, waktu, atau tempat justru membuat ide-ide lebih berkembang.
If you ever find that you’re the most talented person in the room, you need to find another room.”
- “Amateurs know that contributing something is better than contributing nothing.”
- Menjadi pemula berarti masih bisa bereksperimen tanpa takut gagal
- “The trick is to be too busy to care how you feel.”
- Jika merasa tidak termotivasi, tetaplah bekerja. Inspirasi sering datang saat kita sedang bergerak.
Membaca buku Steal like an Artist bagai berjalan dipasar malam ide, dipenuhi dengan warna-warni dari lampu, suara musik dari berbagai arah, dan harum makanan dari setiap penjuru. Austin Kleon mengingatkan bahwa kita tidak perlu menciptakan lampu baru, cukup memungut lampu yang ada, memperbaikinya, lalu menyalakannya kembali dengan cahaya milik kita sendiri, cahaya yang bisa kita jadikan benih untuk ditanam.
“Nothing is original”
Every new idea is just a mushup or a remix of one or more previous ideas.
Bukan berarti dunia ini kehabisan ide, melainkan setiap bunga selalu tumbuh dari tanah yang sama, hanya berbeda jenis, dan warna kelopak.
Ide-ide yang kita pungut dan perbaiki di pasar malam itu tidak berhenti sebagai cahaya. Kita ubah terlebihi dahulu menjadi benih, lalu menanamnya hingga tumbuh menjadi kebun kreativitas. Austin Kleon menekankan bahwa kreativitas di ibaratkan seperti menanam kebun, benih bisa datang dari mana saja, seniman, film, buku, bahkan jalanan yang kita lewati. Dari situ mungkin dapat tumbuh bunga yang dapat dibilang meski bentuknya mirip, setiap bunga tetap punya aroma dan keunikan sendiri, sesuai cara dan gaya kita menanamnya. Dia juga menasihati untuk tidak menunggu hujan sempurna sebelum menanam. Mulailah dari menggali tanah, diikuti menabur benih, meskipun cuaca belum jelas. Identitas muncul dari tangan kotor oleh tanah, bukan dari lamunan kosong.
Jika pasar malam ide penuh cahaya lampu, suara musik, dan makanan, maka kebun kreativitas adalah tempat hening di mana benih-benih itu tumbuh perlahan.
Dan saat kebun mulai terlalu rimbun, Austin Kleon mengingatkan: “Creativity is subtraction.” Kadang, memangkas ranting justru membuat pohon tumbuh lebih sehat.
Intinya, buku ini mengajarkan bahwa menjadi kreatif bukan berarti mencipta dari nol, tapi berani memulai, berani meniru dengan cara kita, dan berkarya tanpa menunggu momen sempurna.